PONTIANAK — Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) IAIN Pontianak menggelar Simulasi Akreditasi Program Studi Akuntansi Syariah (AKS) dan Manajemen Bisnis Syariah (MBS), Rabu (21/10/2026). Kegiatan ini menjadi langkah strategis untuk memastikan kesiapan kedua program studi menghadapi asesmen lapangan (AL), terutama dalam pemenuhan dokumen, data, dan bukti kinerja sesuai indikator akreditasi.
Simulasi tersebut dihadiri Dekan FEBI Dr. Luqman Hakim, S.H.I., M.S.I., Wakil Dekan I Dr. Ita Nucholifah, S.E.I., M.M., Wakil Dekan II Verdianti, M.Sc,.Ak, Ketua Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) Prof. Dr. Erwin, M.Ag., Hendrick Pramana, M.T., Nopita Sari, M.Pd., serta tim akreditasi Prodi AKS dan MBS.
Dalam kegiatan tersebut, tim mengevaluasi kesiapan program studi berdasarkan indikator penilaian akreditasi. Setiap indikator diarahkan agar didukung bukti yang relevan, terukur, dan dapat dipertanggungjawabkan. Dengan demikian, dokumen yang disiapkan tidak hanya memenuhi aspek administratif, tetapi juga merepresentasikan pelaksanaan program dan capaian nyata program studi.
Pembahasan difokuskan pada ketercapaian visi dan misi Prodi AKS, mulai dari integrasi keilmuan akuntansi, keislaman, dan kebudayaan Borneo hingga penguatan pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, kerja sama, serta tata kelola program studi.
Pada aspek pendidikan, integrasi keilmuan tersebut antara lain diwujudkan melalui penerapan Kurikulum Outcome-Based Education (OBE) tahun 2025. Sementara itu, pada bidang penelitian, program studi memaparkan capaian 171 judul publikasi penelitian dosen, yang mencakup 18 artikel terindeks Scopus, 96 artikel terindeks SINTA, dan tujuh artikel dalam prosiding internasional. Berbagai kegiatan pengabdian kepada masyarakat juga menjadi bagian dari upaya mengimplementasikan keilmuan dengan mempertimbangkan potensi lokal Kalimantan Barat.
Untuk memperkuat produktivitas akademik, program studi didorong melakukan pemetaan publikasi berdasarkan pengelompokan Scopus dan SINTA. Langkah ini diharapkan dapat membantu pengembangan penelitian dan publikasi secara lebih terarah serta mendukung peningkatan kinerja akademik.
Ketua LPM Prof. Dr. Erwin, M.Ag., menegaskan bahwa setiap kegiatan akademik dan pengabdian kepada masyarakat harus memiliki hasil yang jelas serta didukung dokumentasi yang memadai.
“PKM harus memiliki outcome dan menghasilkan artikel. Jadi bukan hanya dokumentasi kegiatan, tetapi harus ada laporan dan hasil yang dapat dibuktikan,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan bahwa kesiapan menghadapi akreditasi harus dibangun melalui pengelolaan data dan bukti yang sistematis. Seluruh dokumen perlu dipetakan berdasarkan indikator agar dapat ditelusuri dan ditunjukkan ketika dibutuhkan dalam asesmen lapangan.
Publikasi Kegiatan dan Tata Kelola Menjadi Perhatian
Selain capaian pendidikan, penelitian, dan pengabdian, simulasi turut membahas penguatan kerja sama melalui praktik akademik dan Praktik Kerja Lapangan (PKL), serta penyelenggaraan tata kelola program studi yang mengedepankan prinsip keterbukaan dan tanggung jawab.
Aspek dokumentasi dan publikasi kegiatan juga menjadi perhatian. Tim humas program studi didorong mengelola pemberitaan secara sistematis agar kegiatan akademik, kemitraan, dan capaian program studi terdokumentasi dengan baik. Publikasi tersebut tidak hanya berfungsi sebagai sarana komunikasi kepada masyarakat, tetapi juga dapat mendukung penelusuran bukti pelaksanaan kegiatan. Untuk memperjelas tugas dan tanggung jawabnya, pembentukan tim humas program studi diharapkan didukung surat keputusan dekan.
Tim juga menekankan pentingnya menyiapkan dokumen Sistem Penjaminan Mutu (SPM) hingga tahun 2025, sekaligus menunjukkan proses transisi dan pengembangan sistem pada 2026. Kesiapan dokumen tersebut menjadi bagian dari upaya memastikan kesinambungan pelaksanaan penjaminan mutu.
Dekan FEBI Dr. Luqman Hakim, S.H.I., M.S.I., turut menyoroti pentingnya peningkatan jumlah mahasiswa melalui strategi promosi yang terencana dan selaras dengan Rencana Strategis (Renstra) fakultas.
“Persiapan akreditasi harus dilakukan sejak awal, bukan ketika asesmen lapangan sudah dekat. Setiap program studi perlu memastikan data, dokumen, dan bukti kinerjanya tersedia dengan baik. Pada saat yang sama, penguatan mutu akademik dan strategi promosi juga harus berjalan beriringan agar program studi terus berkembang,” tegasnya.
Melalui simulasi ini, FEBI IAIN Pontianak mendorong tim akreditasi Prodi AKS dan MBS untuk memperkuat koordinasi, melengkapi bukti kinerja, serta memastikan seluruh dokumen tersusun secara sistematis. Upaya tersebut menjadi bagian dari komitmen fakultas dalam membangun budaya mutu yang berkelanjutan, meningkatkan akuntabilitas akademik, dan memastikan capaian program studi dapat dipertanggungjawabkan dalam proses akreditasi.
Penulis : Fatimah
Editor: Muhamamd Holil




