Pontianak – Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) IAIN Pontianak menyelenggarakan Rapat Kerja (Raker) Tahun Anggaran 2026 sebagai forum strategis dalam merumuskan arah kebijakan dan program kerja fakultas ke depan. Kegiatan yang berlangsung 16-17 Desember ini dilaksnaakan di aula Bank Indonesia Perwakilan Kalimantan Barat dan dibuka secara resmi oleh Ketua Panitia Raker yang juga Wakil Dekan I Bidang Akademik, Kemahasiswaan, dan Kerja Sama, Dr. Rasiam, S.E.I., M.A.
Rapat kerja ini dihadiri oleh pimpinan fakultas, para ketua dan sekretaris program studi, tenaga kependidikan, serta mitra strategis eksternal, di antaranya Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Barat, Bank Syariah Indonesia (BSI) Kantor Cabang Pontianak, dan Bank Kalbar Syariah.
Dalam sesi pemaparan materi, para perwakilan perbankan syariah menyampaikan berbagai program strategis bank syariah serta peluang kolaborasi dengan FEBI, meliputi penguatan literasi dan inklusi keuangan syariah, program magang mahasiswa, dukungan riset, hingga pengembangan SDM dan kegiatan akademik berbasis kebutuhan industri jasa keuangan syariah.
Dalam sambutannya, Dr. Rasiam, S.E.I., M.A. menekankan pentingnya kolaborasi yang produktif dan berkelanjutan antara FEBI dengan mitra strategis. Ia menegaskan bahwa program-program yang dirancang untuk tahun 2026 harus bersifat efektif, relevan dengan perkembangan zaman, serta selaras dengan dinamika ekonomi dan keuangan syariah yang terus berkembang.
“Kolaborasi tidak boleh berhenti pada tataran seremonial. Program yang disusun harus adaptif, berdampak nyata, dan menjawab tantangan serta peluang ekonomi syariah ke depan,” ujarnya.
Tak hanya itu, Dr. Rasiam, S.E.I., M.A. juga menegaskan bahwa FEBI IAIN Pontianak harus tampil sebagai fakultas pembeda yang memiliki ciri khas yang kuat serta relevan dengan kebutuhan industri dan perkembangan zaman.
Ia menyampaikan bahwa seluruh program akademik, kemahasiswaan, dan kerja sama yang dirancang tidak hanya berorientasi pada pemenuhan administrasi, tetapi harus mampu menjawab tuntutan dunia kerja dan industri keuangan syariah.
“FEBI IAIN Pontianak harus menjadi fakultas yang memiliki ciri khas, adaptif terhadap kebutuhan industri, dan relevan dengan perkembangan zaman. Dengan demikian, mahasiswa tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kompetensi, daya saing, dan kesiapan untuk terjun ke dunia kerja serta berkontribusi nyata bagi pengembangan ekonomi dan keuangan syariah,” tegasnya.
Sementara itu, Dekan FEBI IAIN Pontianak, Dr. Samsul Hidayat, M.A., dalam arah kebijakannya menyampaikan bahwa Tahun Anggaran 2026 memiliki makna strategis sebagai tahun konsolidasi dan penguatan mutu, sekaligus peneguhan warisan kepemimpinan FEBI. Ia menekankan bahwa fakultas tidak lagi berorientasi pada banyaknya program, melainkan pada program yang berdampak tinggi dan berbasis kinerja.
Lebih lanjut, Dekan FEBI menggarisbawahi pentingnya penguatan tata kelola dan sistem penjaminan mutu, akreditasi unggul sebagai konsekuensi dari mutu yang berkelanjutan, serta penguatan distingsi FEBI sebagai pusat kajian ekonomi dan bisnis Islam berbasis Borneo. Selain itu, riset dan publikasi dosen, keberhasilan mahasiswa, penguatan SDM, kemitraan produktif, serta digitalisasi layanan menjadi pilar utama arah kebijakan fakultas.
“Rapat kerja ini bukan sekadar menyusun program tahun 2026, tetapi memastikan keberlanjutan FEBI untuk lima hingga sepuluh tahun ke depan, dengan fondasi sistem, mutu, dan SDM yang kuat,” tegasnya.
Melalui Rapat Kerja Tahun Anggaran 2026 ini, FEBI IAIN Pontianak berkomitmen untuk menghadirkan perencanaan yang terarah, kolaboratif, dan berorientasi pada peningkatan mutu akademik serta daya saing lulusan di bidang ekonomi dan bisnis Islam.
Penulis : Muhammad Holil
