Pontianak, 5 Juni 2025 – Empat mahasiswa Program Studi Manajemen Bisnis Syariah (MBS) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) IAIN Pontianak resmi memulai perjalanan seru mereka dalam Praktik Kerja Lapangan (PKL) mandiri di Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3KB) Kabupaten Kubu Raya.
Mereka adalah Ila Laila (12215134), Yashila Rahima (12215049), Septy Tri Ayani (12215184), dan Reza Alzasirudin (12215149), yang siap menjalani PKL selama 40 hari, mulai dari 2 Juni hingga 19 Juli 2025. Lokasi PKL mereka berada di kantor DP3KB yang terletak di Jl. Arang Limbung, Sungai Raya — sebuah institusi yang berperan penting dalam urusan pengendalian penduduk, pemberdayaan perempuan, perlindungan anak, serta pembinaan keluarga sejahtera.
PKL ini bukan sekadar formalitas akademik. Bagi keempat mahasiswa, ini adalah kesempatan nyata untuk melihat langsung dinamika dunia kerja dan memahami bagaimana instansi publik bekerja untuk masyarakat. Di hari pertama, mereka langsung mendapatkan orientasi lengkap: mulai dari sistem kerja, jam kerja, supervisi, hingga pembagian tugas di masing-masing bidang.
- Ila Laila ditempatkan di bidang Keluarga Berencana (KB), Keluarga Sejahtera (KS), dan Kependudukan. Di sini, ia langsung terlibat dalam pembuatan surat tugas, belajar format penulisan surat resmi, hingga mengarsip surat masuk dan keluar baik secara manual maupun digital.
- Yashila Rahima, Septy Tri Ayani, dan Reza Alzasirudin bertugas di bidang Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak. Ketiganya terlibat langsung dalam proses verifikasi data administrasi dan pengelolaan dana hibah — sebuah proses yang membutuhkan ketelitian tinggi.
“Kami jadi lebih paham pentingnya tata kelola dokumen yang rapi dan detail dalam instansi pemerintahan. Ini pengalaman nyata yang tak bisa kami dapatkan hanya di ruang kelas,” ujar Septy dengan antusias.
Melalui program ini, mahasiswa tidak hanya belajar teori pelayanan publik atau manajemen dari buku, tapi benar-benar turun langsung dan merasakan denyut pekerjaan nyata. Mereka belajar bagaimana pentingnya komunikasi yang efektif, kemampuan observasi, disiplin kerja, hingga etika administrasi yang terstruktur — nilai-nilai yang sangat penting di dunia kerja profesional.
Selain itu, keterlibatan langsung dalam bidang yang menyentuh isu-isu sosial seperti perlindungan anak dan pemberdayaan perempuan membuat pengalaman mereka jauh lebih bermakna.
“DP3KB membuka mata kami bahwa kerja pelayanan publik itu bukan hanya soal administrasi, tapi juga tentang empati dan pengabdian kepada masyarakat,” tutur Reza.
Penulis: Ila Laila, dkk
Editor: Erika SM
