Angkat Tema Teater dan Ekonomi Kreatif, Dosen FEBI IAIN Pontianak jadi Sorotan Internasional di Sarawak

Spread the love

Sarawak, 6 Desember 2025 — Zarkasi, dosen Program Studi Manajemen Bisnis Syariah (MBS) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam IAIN Pontinak sekaligus aktor teater Kalimantan Barat, tampil sebagai narasumber dalam Seminar Internasional Pertemuan Teater Borneo (PTB) 2025. Kegiatan bergengsi yang berlangsung pada 4–8 Desember 2025 ini diselenggarakan oleh Dewan Bahasa dan Pustaka (DBP) Cawangan Sarawak Malaysia bekerja sama dengan komunitas Teater Ngoncong.

Dalam seminar tersebut, Zarkasi memaparkan materi bertema “Teater Borneo sebagai Penggerak Ekonomi Kreatif: Studi Potensi dan Model Pengembangan dari Kalimantan Barat.” Ia menekankan pentingnya penguatan ekosistem seni pertunjukan sebagai bagian dari strategi ekonomi kreatif yang berkelanjutan di wilayah Borneo.

Kegiatan ini diikuti oleh ratusan peserta dari berbagai latar belakang, termasuk mahasiswa, pegiat seni, sastrawan, budayawan, dosen, serta peneliti dari perguruan tinggi di Malaysia dan Brunei Darussalam. Antusiasme peserta terlihat dari tingginya interaksi dalam sesi diskusi yang membahas arah pengembangan teater Borneo di era ekonomi kreatif.

Ketua penyelenggara dari Malaysia, Dr. Haziz, mengatakan bahwa kehadiran pemateri dari Indonesia, khususnya Kalimantan Barat, memberi perspektif baru terkait potensi kolaborasi lintas negara.
“Zarkasi membawa pandangan yang segar tentang bagaimana teater dapat menjadi kekuatan ekonomi kreatif. Model pengembangan dari Kalimantan Barat sangat relevan untuk diterapkan di Borneo secara regional,” ujarnya.

Sementara itu, perwakilan dari Brunei Darussalam, Dr. Zefri Arif, menilai paparan Zarkasi membuka peluang kerja sama riset dan pertunjukan.
“Teater Borneo memiliki ruang besar untuk berkembang jika setiap negara di wilayah ini saling berbagi model, pengalaman, dan inovasi. Paparan dari Kalimantan Barat menjadi rujukan penting,” jelasnya.

PTB 2025 tidak hanya memuat sesi seminar akademik, tetapi juga lokakarya, pertunjukan teater, dan forum kolaborasi antarpegiat seni dari tiga negara. Kehadiran Zarkasi disebut memperkuat posisi seniman dan akademisi Kalimantan Barat dalam peta jaringan teater Borneo.

Kegiatan internasional ini diharapkan menjadi momentum peningkatan kerja sama seni dan ekonomi kreatif lintas negara serta memperkuat identitas teater Borneo di kancah regional.

Editor : Muhamamd Holil