Mahasiswi FEBI IAIN Pontianak Dinobatkan Sebagai Dare Pontianak 2019

PONTIANAK – Terpilihnya Vianisya Nurfiqa (18), Mahasiswi Prodi Perbankan Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) IAIN Pontianak sebagai Dare Pontianak 2019 tidak membuat perempuan yang akrab disapa Nisya ini tinggi hati. Buktinya pada hari Jum’at 20/09/2019, ia menyempatkan diri untuk berkunjung ke ruangan Dekan FEBI dalam rangka silaturahmi dan menyampaikan rasa terima kasihnya atas dukungan dan do’a restu untuk keberhasilannya dalam ajang Pemilihan Bujang Dare Pontianak 2019.

Sebelum dinobatkan sebagai Dare Pontianak 2019, ia telah melalui beberapa tahapan tes dan di karantina selama 3 hari di Hotel Santika Pontianak. Menurutnya ada 4 kriteria penilaian juri dalam ajang tersebut yaitu Brain, Beauty, Behavior, dan Brave. Dimana ke empat kriteria tersebut harus ia miliki, jika ingin menjadi pemenang dalam ajang ini.
“Banyak tahapan tes yang sudah saya lalui untuk meraih gelar Dare Pontianak 2019 ini. Salah satu tahapan yang paling berkesan bagi saya adalah selama masa karantina. Disana kami diberikan ilmu yang sangat bermanfaat untuk mengasah dan memperluas wawasan kami sehingga kriteria 4B, yaitu Brain, Beauty, Behavior, dan Brave ini bisa kami kuasai”, tuturnya.

Sementara itu, Dekan FEBI, Dr. H. Fachrurrazi, MM mengungkapkan rasa syukur dan bangganya kepada mahasiswi semester 3 ini atas penobatannya sebagai Dare Pontianak 2019. Karena gelar Dare Pontianak ini merupakan suatu prestasi yang luar biasa untuk kalangan mahasiswi IAIN Pontianak.

“Saya bangga tahun ini salah satu mahasiswi IAIN Pontianak, khususnya dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam mendapat kepercayaan untuk menjadi juara I pada ajang ini. Karena setahu saya, masih jarang wanita muslimah dapat menyandang gelar tersebut”, ungkap beliau.

Selain itu, beliau juga mengingatkan untuk senantiasa bersyukur dan berterima kasih kepada kedua orang tua, serta terus berinovasi dan meningkatkan kualitas diri di masa muda. Karena kesuksesan dan keberhasilan akan dicapai dengan usaha dan kerja keras.

“Jangan pernah lengah oleh waktu dan teruslah berinovasi sebanyak mungkin di saat muda. Dalam menjalani hidup ini, yang terpenting kita tahu akan resiko dan konsekuensi yang akan diterima dari sebuah keputusan. Allah menyayangi Anda, itu sebabnya Anda diberi kepercayaan mendapatkan gelar ini. Dan saya yakin pencapaian ini tidak mungkin didapat tanpa kerja keras. Tetap semangat, kami semua bangga padamu”, kata beliau. (rh/mot)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *