FEBI Hadirkan Pemateri dari Iran Dalam Seminar Internasional

PONTIANAK – Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) IAIN Pontianak bekerjasama dengan Cultural Consulat Iran-Jakarta, Otoritas Jasa Keuangan, Bank Indonesia, dan Pemerintah Kota Pontianak mengadakan Seminar Internasional yang bertajuk “Islamic Financial Inclusion Challenges” pada hari Sabtu (24/08/2019) di Aula Syeikh Abdul Rani Mahmud IAIN Pontianak.

Kegiatan yang disponsori oleh Bank Syariah Mandiri, Bank Kalbar Syariah, Bank BNI Syariah, Pegadaian Syariah, dan Pontianak Post ini, berlangsung selama kurang lebih 6 jam yang terbagi kedalam dua sesi. Materi pada sesi pertama disampaikan oleh Dr. Mehrdad Rakhshandeh Yazdi dari Cultural Consulate Iran – Jakarta, Rifki Ismal, Ph,D dari Deputy Director of Departement of Islamic Economics & Finance – BI, dan Rudi Widodo perwakilan dari Otoritas Jasa Keuangan. Sedangkan pemateri pada sesi kedua yaitu Achmad Affandi Nahfudz, B. Ec, M. Ec, Phd sebagai pakar Islamic Financial dan Dr. Qodariah Barkah, MHI selaku Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Raden Fatah Palembang.

Dalam pidato pembukaan yang disampaikan oleh Luqman, S.H.I, M.S.I selaku Wakil Dekan I Bidang Akademik, Kemahasiswaan, Kelembagaan dan Kerjasama mengatakan seminar ini dilaksanakan sebagai bukti bahwa IAIN Pontianak telah menjalankan perannya sebagai wadah edukasi dan literasi untuk memajukan perekonomian syariah di Indonesia khususnya Kalimantan Barat.
“FEBI IAIN Pontianak bekerjasama dengan OJK, Bank Indonesia, dan lembaga-lembaga keuangan syariah agar dapat bersama-sama mengembangkan ekonomi syariah dan memberikan kontribusi serta menciptakan peluang untuk memajukan ekonomi Islam di Kalbar (Kalimantan Barat)”, katanya.

Sementara itu, Ir. Uray Indra selaku perwakilan dari Pemerintah Kota Pontianak menyatakan dukungannya terhadap kegiatan ini agar hasil dari seminar ini menjadi kontemplasi untuk Pemerintah Kota Pontianak.
“Indonesia merupakan salah satu negara yang mayoritas penduduknya umat Islam. Sehingga jika Financial Technology Syariah sudah diberlakukan baik dari segi sistem pembayaran dan sistem marketing sudah syariah kami harap perekonomian Indonesia bisa lebih baik”, ujarnya.

Menurut Dr. Mehrdad Rakhshandeh Yazdi, Iran merupakan negara yang strategis karena memiliki sumber daya alam yang sangat banyak berupa minyak dan gas. Setelah Iran mengalami embargo selama 40 tahun, pada tahun 1995 Iran mengalami revolusi dengan gerakan revolusi Islam. Sehingga Iran bisa menjadi salah satu Negara Adidaya seperti sekarang.
“Setelah revolusi, pada mulanya masyarakat mengalami sedikit kesulitan karna harus beradaptasi. Namun sekarang Iran sudah menggunakan rezim Islam sesuai dengan Al-Quran dan Hadits, baik dari segi pendidikan, hukum, ekonomi, dan politik. Hal ini sudah berjalan baik sampai sekarang, sehingga Iran telah berhasil melewati masa sulitnya dan menjadi Negara Adidaya seperti saat ini”, ujarnya.

Selain itu, Dr. Fachrurrazi selaku Dekan FEBI IAIN Pontianak menuturkan bahwa target FEBI dari seminar ini adalah meningkatkan kemampuan mahasiswa dan publik terhadap pengembangan financial yang terkait dengan isu global revolusi industri 4.0 yang terdigitalisasi kedalam nilai-nilai akademik dan kurikulum.
“FEBI perlu masukan dari para stakeholder dan multi country, dimana aspek-aspek pemberdayaan peningkatan kompetensi akademik dapat berakselerasi terhadap revolusi industri 4.0, sehingga kedepannya anak didik dapat menjawab tantangan dunia pada era revolusi industri 4.0 ini”, tuturnya. (mot)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *